Telaga Bidadari

Telaga Bidadari

Telaga Bidadari adalah permata hijau di kota indutri Batam. Ternyata Batam memiliki kawasan hutan lindung di tengah kota yang terdapat kolam pemandian yang indah. Tepat berlokasi di jalur air dari bukit Daeng, membuat aliran air terus mengalir memenuhi telaga.

Telaga Bidadari ini merupakan salah satu destinasi wisata alam yang hanya ada satu-satunya air terjun di Kota Batam. Untuk memasuki area wisata yang satu ini tentunya pengunjung diharapkan untuk berhati-hati dan memakai alas kaki yang tidak licin.

Kondisi atau medan untuk sampai di Telaga Bidadari bisa dikatakan masih alam banget, yang masih jalanan tanah yang sedikit lembab dan menanjak, jembatan kayu yang sempit. Tapi itu lah yang menjadi daya tarik bagi para pengunjung Telaga Bidadari.

Setidaknya dibutuhkan waktu kurang lebih 1 setengah jam untuk sampai ke lokasi yang dituju, tapi terbayar sudah apabila sudah sampai di lokasi tujuan. Air yang bersih dan jernih, dingin yang dapat membuat betah bagi siapa saja yang berada disana.

baca juga : Hutan Wisata Mata Kucing

Telaga Bidadari terletak di dalam Kawasan Hutan Muka Kuning, kecamatan Sungai Beduk. Jalan masuk menuju hutan ini dimulai dari Perumahan Otorita di Kawasan Simpang Dam, tepat di sebrang Pintu I Kawasan Industri Batamindo Muka Kuning, Batam

Pengunjung biasanya diminta membayar biaya parkir sebesar Rp 5.000. Sebenarnya tidak ada tiket masuk menuju kawasan ini. Karena statusnya bukan kawasan objek wisata melainkan hutan lindung. Namun terkadang ada saja yang memungut pungutan dengan dalih uang kebersihan.

Objek wisata yang satu ini sendiri masih tersembunyi sehingga tidak banyak fasilitas yang ditawarkan karena daerah sekitar pun berupa pepohonan rimbun dan hutan rindang dengan kesan sejuk. Air terjun yang lebih mirip pancuran kecil di telaga ini pun masih terjaga keasrian nya, karena ada di hutan lindung.

Selain itu karena tidak adanya penjual makanan atau warung-warung yang buka di wilayah sekitar air terjun membuat para wisatawan harus membawa makanan dan bekal sendiri.

Fasilitas parkir kendaraan pun tidak ada sehingga pengunjung harus berjalan kaki menyusuri hutan lindung Mukakuning dahulu. Atau menitipkan kendaraan di area perumahan warga di Kampung Aceh. Dimana perkampungan ini berjarak sekitar 2 sampai 3 kilometer menuju lokasi air terjun.

baca juga : Pantai Marina

Rindangnya pepohonan lokasi ini menjadi pemandangan yang menyejukkan mata di tengah hijaunya hutan. Karena sudah sering dikunjungi warga, jalan menuju telaga tidak cukup sulit. Hanya ada beberapa jalan mendaki dan menurun, begitu juga terdapat tiga sungai kecil yang harus dilewati dengan jembatan seadanya. Dibutuhkan waktu hampir satu jam untuk bisa sampai ke telaga.

Perjalanan menuju telaga akan melewati 4 jembatan. Pastinya bukan jembatan betulan, namun sebuah batang kayu yang membantu menyeberangkan pengunjung tanpa berbasah-basahan melewati sungai.

Dibeberapa bagian jalan tampak tersedia tempat duduk yang dibuat dengan ranting kayu menghadap ke Waduk Dam Muka Kuning. Suara-suara burung dan hembusan angin cukup membuat pengunjung paham bahwa masih ada alam ditengah gedung-gedung industri Kota Batam.

Menjelang sampai ke Telega Bidadari pengunjung bakal diadang kondisi jalan yang menanjak, landai serta menurun. Begitu juga akar-akar pohon yang menjulang di sepanjang jalan akan menjadi rintangan sendiri. Kawasan ini tepat menjadi rute tracking bagi pencinta alam.

Tidak bisa dibayangkan dari kejauhan sudah terdengar kegirangan para pengunjung yang sudah menikmatiĀ  Telaga Bidadari. Telihat batu-batu menjulang di sisi kanan dan kiri telaga. Beberapa pengunjung nampak menikmati pemandangan diatas bebatuan itu sambil berfoto ria.

Air telaga ini menyejukan. Apalagi ditambah suasana perpohonan yang mengapit telaga. Tidak hanya itu jika ditelusuri bagian atas telaga nampak air jernih mengalir di atas bebatuan. Rumput-rumput berjejeran ditepinya. Bunyi aliran air dan gesekan dedaunan akibat tiupan angin menambah eksotisĀ  Telaga Bidadari.

Di bagian kanan telaga terdapat batu menjulang ke tengah kolam. Sehingga kerap dijadikan pijakan favorit untuk melompat dari atas batu ke bawah telaga bidadari dan berenang.

Air terjun di telaga ini memiliki tinggi 3 meter sehingga wisatawan dapat melompat dari atas kebawah dengan lebih aman, namun tetap disarankan untuk berhati-hati karena tempat ini sendiri masih kurang pengawasan keamanan. Airnya sangat sejuk, jernih, segar dan bening, masih terjaga kebersihannya.

Keindahan alamnya yang murni membuat banyak wisatawan menambil foto dan gambar hingga mengabadikannya dalam bentuk sebuah video. Tak hanya itu, beberapa grup pecinta alam banyak yang mendirikan tenda disini untuk berkemah dan kemping, area kemah disini pun dirasa cukup aman.