Sejarah Barongsai dari Berbagai Versi

Ramaikan Imlek, Sejarah Barongsai dari Berbagai Versi – Pertunjukan barongsai selalu memeriahkan Tahun Baru Cina atau Imlek. Tarian yang menggunakan boneka berbentuk singa yang dimainkan oleh dua orang ini tidak pernah absen dalam acara perayaan Imlek dan event lainnya.

Baca juga : Awal Sejarah Permainan Bulu Tangkis

Gerakan barongsai yang lincah dan musik meriah menjadi tontonan banyak orang.

Perlu diketahui, ada cerita sejarah menarik dari pertunjukan barongsai yang selalu hadir saat Imlek. Terdapat beberapa versi tentang sejarah barongsai.

  • Yang pertama, menyebutkan bahwa tarian barongsai dilakukan untuk mengusir setan.

Seorang umat memercikan air suci ke barongsai dan naga saat ritual tolak bala menjelang hari Imlek 2567 di Klenteng Dharmayana Kuta, Bali. (Antara)

“Menurut kepercayaan leluhur (China), setiap awal tahun baru adalah masa di mana para dewa dewi kembali ke kahyangan untuk melapor ke Kaisar Langit. Maka saat ini roh-roh jahat di dunia menjadi semakin ganas karena tidak ada yang mengendalikan mereka ketika dewa-dewi rapat di kahyangan,” dikutip dari buku 5000 Tahun Ensiklopedia Tionghua 1 karya Christine, seperti diberitakan Covesia—partner Suara.com, Jumat (1/2/2019).

Kepercayaan itu membuat orang China kuno mengadakan tarian barongsai yang sebelumnya telah diberkati di klenteng dengan maksud mengusir setan.

  • Versi kedua, kesenian Barongsai populer pada zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi.

Pertunjukkan barongsai di Mal Taman Anggrek, Jakarta Barat, Sabtu (2/2). [Suara.com/Fakhri Hermansyah]

Tarian ini berhubungan dengan perang antara raja Song Wen Di dan negeri Lin Yi, menurut laman tionghoa.info.

Saat itu pasukan dari raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah Raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan gajah itu.

  • Versi ketiga, berdasarkan cerita pada masa Dinasti Qing.

Saat itu sebuah wilayah di China mendadak diserang monster. Monster ini hadir hingga menimbulkan rasa resah para penduduk, dilansir oleh Guideku.com (31/1/2019).

Tiba-tiba muncul singa atau barongsai yang membuat monster itu ketakutan dan pergi. Namun singa itu pergi setelah keadaan aman.

Warga tidak ada yang tahu di mana keberadaan singa penyelamat tersebut. Lalu penduduk berinisiatif untuk menciptakan kostum Barongsai yang menyerupai singa.

Saat monster kembali, warga berhasil menakut-nakutinya dengan berkostum barongsai.

  • Versi keempat, dahulu ada makhluk bernama Nian yang hidup di pegunungan.

Setahun sekali Nian datang ke perkampungan untuk memangsa apapun seperti ternak, hasil pertanian dan manusia.

Untuk melindungi diri, penduduk kemudian meletakkan makanan di depan pintu rumah pada awal tahun. Dengan cara ini, penduduk percaya Nian akan menyantap makanan yang disiapkan dan tidak memangsa manusia.

Suatu ketika, penduduk melihat Nian lari ketakutan saat ada anak kecil memakai baju berwarna merah.

Atas dasar itu, setiap tahun baru penduduk menggantungkan lentera merah, gulungan kertas merah dan memakai baju merah untuk mengusir Nian.

Penduduk juga memakai kembang api dan musik yang keras untuk menakut-nakuti Nian.

Nama barongsai hanya ada di Indonesia. Wu Shi adalah nama asli pertunjukan ini di China. Sementara negara barat menyebut barongsai dengan istilah lion dance.

Istilah barongsai adalah akulturasi budaya China di Indonesia. Kata “Barong” berasal dari kesenian boneka Bali yang dimainkan oleh manusia di dalamnya sementara ‘Sai’ dalam bahasa Hokkian berarti singa.