Pulau Tikus

Pulau Tikus

Pulau Tikus merupakan pulau kecil yang terletak di sebelah Barat Kota Bengkulu. Dengan jarak sekitar 10 km dari pusat kota. Pulau Tikus memiliki potensi ekowisata bahari terumbu karang dengan perairan yang jernih dan bersih sehingga keindahannya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Terumbu karang yang ada di Pulau Tikus bisa dimanfaatkan sebagai objek ekowisata yaitu ekowisata bahari kategori diving dan snorkeling. Pulau Saronde yang terletak di Laut Sulawesi Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo, bisa menjadi contoh pengembangan dan pengelolaan Pulau Tikus di Provinsi Bengkulu.

Pulau Tikus sudah terdampak oleh kegiatan manusia (anthropogenik-antropogenik) dan fenomena alam. kegiatan manusia yang menimbulkan dampak terhadap lingkungan Pulau Tikus, seperti penangkapan ikan di perairan karang, penambatan perahu motor nelayan, penambatan perahu wisata dan aktivitas wisata. Sementara fenomena alam yang menimbulkan dampak kondisi Pulau Tikus sekarang ini antara lain adalah terjangan gelombang dan arus laut, penaikan permukaan air laut (sea level rise) dan perubahan iklim.

baca juga : Kampung Cina

Pulau Tikus sekarang dimanfaatkan untuk tujuan wisata, tempat singgah nelayan dan daerah penangkapan ikan bagi nelayan. Khusus untuk tujuan wisata, pemanfaatannya belum memberikan dampak yang signifikan secara ekonomi karena keterbatasan berbagai aktivitas dan daya dukung luas wilayah Pulau Tikus. Keberadaan Pulau Tikus memerlukan dukungan kondisi lingkungannya yang juga baik, terutama ekosistem terumbu karang sebagai barrier (peredam alami dari energi arus dan gelombang), menanam kembali vegetasi darat yang berfungsi sebagai pelindung angin dan badai. Keberadaan Pulau Tikus yang terjaga juga akan berdampak positif terhadap wilayah pesisir sepanjang Pantai Malabero, Sumur Meleleh dan Pantai Panjang.

Pulau Tikus harus dikembangkan dan dikelola menjadi Objek Daerah Tujuan Wisata (ODTW) unggulan di Provinsi Bengkulu. Namun diperlukan suatu rencana pengelolaan yang baik, sistematis, dan berkesinambungan. Untuk menjadikan Pulau Tikus sebagai ODTW unggulan, diperlukan pengadaan dan pembangunan berbagai amenitas, yaitu berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan selama wisatawan berwisata di pulau Tikus. Amenitas yang diperlukan adalah berupa fasilitas pariwisata, seperti tempat ibadah, taman, cottage-home stay atau bangunan tempat bersantai/berteduh, warung manisan/warung kopi/warung makan, sumber air bersih/air tawar, toilet/MCK, dan dermaga tambat perahu motor wisata.

baca juga : Makam Inggris

Pulau Tikus akan dapat dikembangkan menjadi ODTW unggulan apabila kondisi potensi daya tarik wisata juga banyak dan bagus, potensi dan daya tarik usaha yang perlu dikembangkan antara lain adalah terumbu karang (untuk mendukung kegiatan diving dan snorkeling), berkemah/camping, olahraga pantai, fish apartement (untuk mendukung wisata memancing-game fishing/leisure finishing), dan konservasi penyu (wisata edukasi).

Optimalisasi pengelolaan Pulau Tikus agar menjadi ODTW unggulan di Bengkulu memerlukan konsep rencana pengelolaan secara komprehensif, sistematis dan berkesinambungan. Dokumen rencana pengelolaan Pulau Tikus memerlukan suatu organisasi atau gugus tugas atau Task Force yang bersifat adhoc, sehingga dapat terlaksana secara berkesinambungan, dan kerja sama pengelolaan yang melibatkan unsur-unsur Academic, Bussiness, Government and Society (ABGS) yang dinyatakan dalam sebuah MoU (Memorandum of Understanding).