Pantai Sorake

Pantai Sorake

Para peselancar dunia lebih tahu duluan tentang Pantai Sorake di Pulau Nias Sumatera Utara daripada kita. Duo peselancar asal Australia telah menemukannya tahun 1975. Sejak itu pantai yang menghadap langsung Samudera Indonesia dan punya ombak tinggi berkelas dunia ini ngetop di kalangan peselancar. Lalu sering dijadikan lokasi kejuaraan selancar internasional. Trus, kita yang nggak bisa selancar bisa ngapain di Pantai Sorake? Tenang, namanya pantai, siapa pun bisa menikmatinya. Yuk, kita jelajahi.

Kalau di pantai pada umumnya aktivitas kita nggak jauh-jauh dari bermain air maupun pasir atau memandangi gulungan ombak yang memecah di pantai, di Pantai Sorake kita dapat bonus: menonton aksi para peselancar menunggang ombak dari jarak yang cukup dekat. Kok bisa? Bisa banget karena karakter pantainya mendukung. Para peselancar ‘kan bermain ombak di bagian kiri pantai yang menjorok masuk, sementara di bagian kanan dataran landainya yang berkarang justru menjorok keluar. Di bagian ini dibangun jalur batu yang rapi sehingga pengunjung bisa aman melangkah (bahkan tanpa kaki basah) hingga mendekati bagian pantai yang lebih dalam. Nah dari sinilah kita bisa menonton lebih dekat aksi para peselancar.

baca juga : Fahombo

Dan istimewanya lagi, kalau kita memotret aksi mereka dari sisi kanan ini, hasil fotonya khas Sorake banget! Fotonya nggak flat cuma ada ombak tinggi dan peselancar, tapi juga ada background barisan pohon kelapa. Itu karena Sorake berada di teluk yang tak terlalu lebar dan posisinya di sisi kanan teluk, berhadapan dengan sisi kiri teluk yang ditumbuhi deretan nyiur melambai.

Bagi yang nggak terlalu tertarik menonton orang surfing, tenang saja. Pantai di sisi kanan dipenuhi batu karang kecil-kecil, kondisi lautnya relatif tenang. Malah nggak ada ombak besar mengempas-empas dan memuncratkan air tinggi-tinggi di sini. Ombak tingginya sudah pecah di tengah laut puluhan meter dari bibir pantai. Jadi mau berenang atau sekadar berendam di sini cukup aman, asal tentu tetap melihat kondisi ya. Berfoto-foto di sini juga bisa, apalagi karena ada jalur batu-batu itu. Menikmati atau memotret sunset dari sini juga pas banget.

baca juga : Pulau Tello

Kalau Trippers ingin memandangi pantai atau menonton aksi para peselancar dengan lebih santai juga bisa. Pilih saja salah satu kafe atau restoran yang banyak berjejer di garis pantai bagian dalam. Pesan minuman, makanan ringan atau makanan berat, lalu pilih tempat duduk terluar deh.

Di garis pantai ini juga tampak berderet aneka penginapan berkonsep surf camp dengan beragam kelas. Ada yang cukup mewah misalnya Sorake Beach Hotel, ada yang medium, juga ada yang murah dengan tarif hanya Rp70.000 per malam. Banyak penginapan yang memiliki teras menghadap laut, suasananya pun cozy. Kalau berniat menginap di Sorake sebaiknya jangan go show saat Juni-Juli, saat ombak sangat bagus, karena bisa jadi hampir semua penginapan penuh. Para peselancar bahkan banyak yang tinggal berbulan-bulan.