Makam Raja Sidabutar

Makam Raja Sidabutar

Makam Raja Sidabutar yang terletak di Desa Wisata Tomok Parsaroan, Kecamatan Simanindo, Samosir, Sumatera Utara amat kaya akan peninggalan sejarah Suku Batak Toba. Di dalamnya tak hanya terdapat Rumah Bolon, di sana pun terdapat beberapa makam raja dan sanak familinya. Komplek pemakaman berusia tiga abad itu berukuran sekitar 10×10 meter dan terletak sedikit di belakang desa. Di komplek pemakaman raja itu, terdapat dua gapura sebagai pintu masuk dan keluar.

Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, setiap orang yang datang ke kompleks makam raja harus masuk dan keluar dari pintu yang berbeda. Di dalam komplek itu, terdapat 13 makam yang serupa peti dan tersusun atas dua baris. Baris pertama terdapat tujuh makam, sedang baris kedua ada enam makam yang ukurannya relatif sama meski terbuat dari bahan yang berbeda.

baca juga : Menara Pandang Tele

Di dalam tiap makam pun terdapat beberapa jasad yang disemayamkan tergantung jumlah keluarga atau keturunan raja di satu generasi. Seluruh makam yang ada terletak di atas tanah mengikuti pesan raja pertama yang tak ingin dikubur. Beberapa di antaranya terbuat dari batu alam dan sisanya terbuat dari semen mengikuti perkembangan zaman. Yang di tengah adalah makam raja pertama. Raja OP Soribuntu Sidabutar, orang pertama sekaligus raja yang membawa Marga Sidabutar pada abad 17. Raja OP Soribuntu Sidabutar tutup usia pada umur 115 tahun.

Memang tampilan makam itu sedikit berbeda. Batu alamnya sedikit menghitam dan ditumbuhi lumut pada permukaannya. Bukti usia makam yang telah melewati banyak zaman. Makam Raja OP Soribuntu Sidabutar merupakan peti mayat yang terbuat dari batu atau juga disebut sarkofagus. Pada bagian depannya terdapat pahatan kepala manusia. Sementara bagian atasnya atau bagian belakang pahatan kepala manusia terdapat patung anak kecil.

baca juga : Museum Huta Bolon Simanindo

Yang juga tak lupa dari pandangan adalah, ukiran pada rumah maupun bangunan Suku Batak Toba merupakan garis panjang yang meliuk dan tak putus. Itu berarti, seluruh keturunan Suku Batak Toba saling terhubung dan jika ditarik ke belakang akan ditemui silsilah keluarganya.

Ukiran itu pun selalu dihiasi dengan warna putih, merah, dan hitam. Itulah warna Suku Batak Toba. Putih itu melambangkan dunia atas tempat kita berasal, merah berarti kehidupan sekrang yang penuh tantangan, dan hitam berarti kehidupan bawah tanah.