Makam Papan Tinggi

Makam Papan Tinggi

Makam Papan Tinggi adalah salah satu daya tarik dari desa Penanggahan, Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara. Untuk menuju Makam Papan Tinggi dari Banda Aceh membutuhkan waktu selama 18 jam melalui jalur Pantai Barat-Selatan dan 20 jam dari Pantai Barat-Timur karena sering macet di Kota Medan. Jika sudah sampai lokasi, dari parkiran kami harus menempuh jalan setapak yang hanya bisa dilalui penjalan kaki hingga sampai pintu masuk menuju makam sudah ditunggu oleh seorang penjaga makam. Harga tiket masuk ke makan Rp. 2000/orang.

Setelah perkampungan, tangga yang bertingkat-tingkat menjadi pemandangan yang terhampar sejauh mata memandang. Tangga tersebut yang mengantarkan pengunjung menuju puncak bukit dan di sana nanti akan didapati makam papan tinggi. Makam ini berada di Desa Penanggahan dengan juru kuncinya seorang muslim yang rumahnya terletak sebelum lubuk larangan tepat di penghujung desa. Setelah itu barulah naik tangga hingga hampir 1000 anak tangga dengan tiga kali pemberhentian.

baca juga : Pantai Binasi

Pemandangan yang tersaji dari tempat pemberhentian itu adalah sawah yang membentang luas, terlihat berpetak-petak. Rumah-rumah seperti susunan kotak dan sisanya adalah hutan serta laut yang jatuh. Banyaknya sawah seolah menunjukkan pekerjaan yang dilakoni oleh masyarakat setempat yang umumnya bercocok tanam atau berternak. Kebayakan di halaman rumah masyarakat terdapat hewan ternak seperti ayam, itik, anjing, dan babi, kebanyakan ternak babi.

Makam Papan Tinggi sebenarnya adalah makam Syech Mahmud, tangga di Makam Syech Mahmud ini di bangun pada masa Soekarno yang di resmikan oleh Adam Malik pada 1980-an. Biasanya disebut juga dengan makam Tuan di atas karena berada di atas bukit. Sebenarnya makam Syeh Mahmud ini berada di daratan, namun karena pengaruh iklim maka laut semakin surut dan akhirnya makam ini terletak di atas bukit.

baca juga : Pulau Putri

Jumlah anak tangga menuju ke Papan Tinggi ini mencapai 780 anak tangga. Namun, soal jumlah anak tangga ini masih berbeda masalah perhitungan, ada yang menghitung 744 ada yang menghitung 780 bahkan ada pula yang menghitung hanya 710 anak tangga. Tangga di makam ini dilengkapi dengan tempat berpegangan dan setiap pemberhentian terdapat tempat kosong yang memiliki pohon dan tempat duduk sebagai tempat istirahat karena menuju ke Papan Tinggi memang tidak mudah, dibutuhkan tenaga ekstra. Makam Syeh Mahmud terdapat di ujung sebelah kiri dari pintu masuk dengan nisan setinggi anak berumur 10 tahun.

Pemandangan yang mengundang tanya adalah, di dua pohon besar yang nampak seolah menjadi penjaga melindungi makam, terdapat tali bermacam warna, ada yang putih, hitam, dan lain-lain yang diikat para penziarah. Kata Usman ini merupakan tali keinginan para penziarah. Makam papan tinggi selalu dikunjungi oleh banyak pengunjung setiap bulannya baik sekadar ziarah maupun penelitian. Selain itu pengunjungnya beragam ada yang berasal dari daerah, Negara lain seperti Thailand, Malaysia, Prancis, Amerika, Jerman, Jepang, Austria, India, Jawa, dan Sumatera. Ada mitos yang beredar konon katanya, jika punya keinginan begitu sampai di Makam Papan Tinggi orang mengucapkan keinginannya lalu mengikat tali di batang pohon, kemudian jika keinginannya terkabul maka tali itu harus dilepaskan kembali dan membawanya pulang.