Lebong Tandai

Lebong Tandai

Lebong Tandai mungkin jadi nama tempat yang asing di telinga. Apa dan bagaimana tentangnya, nggak banyak orang yang tahu. Padahal nih, kalau kita kembali ke beberapa abad lalu, desa satu ini begitu terkenal di Indonesia. Bahkan pernah jadi rebutan bangsa-bangsa di dunia.

Desa Lebong Tandai ini memang unik dan penuh dengan keberkahan. Nggak hanya indah, tapi juga kaya luar biasa lantaran emas yang ada di sana. Hmm, pantas ya kalau diperebutkan banyak negara. Uniknya, meskipun masa ketenarannya sudah berakhir, tapi hingga hari ini desa Lebong Tandai masih menyimpan sisa-sisa pesonanya yang pernah memikat dunia.

baca juga : Desa Kemumu

Bukan tanpa alasan kenapa Lebong Tandai dijuluki Batavia Kecil oleh pemerintah Belanda. Hal tersebut nggak lain karena desa yang ada di Bengkulu ini memang luar biasa indah. Sebagai gambarannya nih, desa ini terletak di antara bukit-bukit kecil yang di dalamnya mengalir sungai-sungai yang bersih dan indah dengan bebatuannya. Mirip dengan negeri dongeng yang ada di cerita-cerita fiksi.

Dengan semua keindahan yang dimilikinya, akhirnya Belanda pun nggak ragu untuk makin mempercantik desa satu ini. Pemerintah Hindia Belanda lalu membangun banyak hal di sini, mulai dari rumah-rumah sampai fasilitas-fasilitas penting seperti kincir air. Uniknya, meskipun penjajahan sudah lama berakhir, tapi keindahan desa ini masih tetap sama seperti dulu.

baca juga : Air Terjun Curug Sembilan

Tidak hanya sangat indah, desa ini juga ternyata kaya. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya bekas tambang emas di sini. Dulu, emas di desa Lebong Tandai ini cukup banyak. Bahkan mungkin sudah nggak terhitung lagi berapa yang telah diangkuti oleh Belanda. Sebelum dikuasai Belanda, desa ini jadi rebutan negara-negara di dunia. Mulai dari Portugis, Inggris, Tiongkok, sampai Belanda sendiri. Alasannya ya karena selain indah, tempat ini juga menyimpan banyak emas yang diduga jumlahnya melimpah ruah.

Dalam kurun waktu sekian lama, Belanda terus mengeksploitasi emas-emas di sini. Jumlahnya sendiri nggak pernah diketahui, tapi yang jelas sangatlah banyak. Sekarang desa ini sudah tidak ada penambangan meskipun para investor ingin menggarap emas Lebong Tandai. Soal emas Lebong Tandai, hal tersebut bisa lho kamu lihat sampai hari ini. Tinggal menuju Monas dan lihatlah bagian ujungnya. Ya, siapa yang menyangka jika emas Monas yang puluhan kilogram itu ternyata berasal dari desa Lebong Tandai. Dulu, Teuku Markam alias si penyumbang Monas itu, ternyata memang mengambil emas dari sini. Hal tersebut sudah dikonfirmasi lho, dan ternyata memang benar.