Kelenteng Soetji Nurani

Kelenteng Soetji Nurani

Kota Banjarmasin memiliki banyak destinasi wisata religi, diantaranya adalah kelenteng. Ada dua kelenteng di kota ini, yaitu Kelenteng Sutji Nurani dan Karta Raharja. Keduanya memiliki daya tarik masing-masing.

Kelenteng Sutji Nurani misalnya, kerap dikunjungi warga keturunan Tionghoa untuk beribadah. Biasanya kelenteng akan lebih ramai saat menjelang imlek dan cap go meh. Bangunannya yang khas Tionghoa kerap menarik minat warga yang bukan keturunan Tionghoa untuk berkunjung. Tak jarang mereka ke situ untuk sekadar berfoto karena pemandangan di dalam dan luar kelenteng cukup instagramable. Terlebih lagi jika kualitas kamera yang dipakai cukup menunjang, bisa membuat foto semakin cantik.

baca juga : Jembatan Barito

Jika sedang ada pertunjukan barongsai, maka kelenteng akan ramai sekali. Menjelang imlek, biasanya ada tradisi khusus digelar oleh pengurus kelenteng. Tradisi itu berupa memandikan semua patung dewa yang ada di dalam kelenteng, kemudian semua baju dewa diganti dengan yang baru. Saat perayaan imlek, pengunjung pun dihibur oleh pertunjukan musik gamelan banjar.

Tak hanya itu, biasanya patung-patung dewa serta meja-meja altarnya dipenuhi sesajen berupa aneka buah dan kembang barenteng. Kembang barenteng merupakan kerajinan tangan rangkaian bunga khas suku Banjar di Kalimantan Selatan. Menurut seorang pengurusnya, Tiono Husin, tujuan pemberian kembang barenteng adalah agar ruangan harum dan tampak indah.

baca juga : Masjid Raya Sabilal Muhtadin

Kemeriahan berlanjut saat perayaan cap go meh usai imlek. Saat cap go meh, tak hanya ada pertunjukan barongsai di halaman kelenteng, namun juga digelar acara makan bersama. Hidangan khas cap go meh yang tak luput disajikan adalah lontong banjar. Selain itu, lontong banjar juga kerap menjadi santapan saat sarapan dan hari-hari besar seperti Idul Fitri dan Idul Adha.

Lokasi kelenteng ini sangat mudah ditemukan karena berada di kawasan pecinannya Banjarmasin, yaitu di Jalan Kapten Pierre Tendean. Bangunan kelenteng sangat mencolok dan gampang dikenali lantaran berarsitektur Tionghoa. Posisinya tepat di seberang Sungai Martapura dan patung bekantan yang merupakan landmark Kota Banjarmasin.

Menuju ke sana bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun umum. Untuk wisatawan, bisa menggunakan ojek online sebagai pilihan utama. Di sekitar kelenteng ini, banyak rumah makan yang menjual aneka kuliner khas Banjar dan Nusantara hingga makanan khas Korea.

Mau sekaligus berwisata ke tempat lain, sejumlah destinasi menarik di sekitar kelenteng seperti Siring Menara Pandang di bantaran Sungai Martapura. Di sini adalah lokasi pasar terapung serta Kafe Rumah Anno 1925. Adapun kafe ini merupakan rumah tradisional Banjar yang sekarang dijadikan tempat makan dan menjual cinderamata khas Kalsel.