Kota-kota Besar dalam Sejarah Dunia

SEJARAH dunia mencatat bahwa New York, London, dan Baghdad menjadi tiga dari sejumlah kota terbesar di dunia pada masanya. Mereka adalah kota-kota terpadat di dunia dan bisa dibilang pusat dari peradaban manusia.

Kota-kota tersebut memimpin peradaban manusia dengan politik luar negeri dan ekonominya selama bertahun-tahun. Jauh sebelum ketiganya, sejumlah kota sudah mencatatkan diri sebagai pusat peradaban. Berikut kota-kota terbesar dalam sejarah umat manusia.

  1. Ur (Kota terbesar di dunia pada 2100 SM)

Populasi : 100.000 orang
Status sekarang : Reruntuhan Pada 2.100 SM, Ur kaya. Kota Mesopotamia menyimpan sejumlah besar barang-barang mewah yang dibuat dari logam mulia dan batu semi mulia yang diimpor dari seluruh dunia. Banyak yang menganggap Ur sebagai kota Ur Kasdim yang disebutkan dalam Kitab Kejadian, tempat kelahiran Abraham.

Kota ini terletak di Irak modern. Karena kekeringan, Ur tidak lagi dihuni setelah 500 SM. Ketika para arkeolog memulai penggalian yang tulus pada pertengahan 1850-an, mereka menemukan nekropolis yang sangat luas, atau kota orang mati.

Baca juga : Asal Usul Kota Semarang dan Sejarah Perkembangannya

2. Yinxu (Kota terbesar di dunia pada 1.300 SM)

Populasi : 120.000 orang
Status sekarang : Reruntuhan

Yinxu dikenal dengan simpanan dari Oracle Bones yang berisi bentuk paling awal tulisan China. Potongan-potongan tulang sapi dan kulit kura-kura diukir menggunakan pin perunggu, dipanaskan sampai tulangnya pecah dan kemudian disajikan untuk ramalan.

Kemudian ketika tradisi berubah menjadi tinta dan kuas, seluruh silsilah dan sejarah kota ditulis pada fragmen dan disimpan di lubang pusat.

3. Babylon (Kota terbesar di dunia pada 700 SM)

Populasi : 100.000 orang
Status sekarang : Reruntuhan

Babylon memiliki catatan arkeologis berumur hampir 4.000 tahun. Pada 1983, Presiden Irak Saddam Hussein mulai membangun kota tua ini dengan tetap mempertahankan gaya Raja Babilonia, Nebukadnezar. Pendudukan AS di Irak telah menghancurkan peninggalan Babilonia. Meski demikian pejabat AS mengklaim pihaknya mempertahankan pangkalan militer di Irak justru untuk melindungi situs dari penjarah.

4. Kartago (Kota terbesar di dunia pada 300 SM)

Populasi : 500.000 orang
Populasi saat ini : 20.715 orang
Dua puluh ribu guci, berisi sisa-sisa bayi baru lahir baru-baru ini ditemukan di Carthage, yang terletak di Tunisia modern. Terkubur antara 400 dan 200 SM, di sebuah pemakaman yang disebut Tophet.

Tidak diketahui apakah janin bayi itu dikorbankan dalam persembahan, atau bayi-bayi itu dibiarkan karena mati kelaparan. Karena semua catatan kehidupan Kota Kartago dihancurkan oleh Romawi setelah Perang Punisia Ketiga, berbagai pertanyaan tentang Kartago hingga sekarang masih menjadi tanda tanya besar.

5. Roma (Kota terbesar di dunia pada 200 Masehi)

Populasi : 1.200.000 orang
Populasi hari ini : 2.754.440 orang
Dari akarnya yang sederhana sebagai desa Italia kecil 1.100 tahun sebelumnya, Roma pada abad kedua M mencapai puncak kejayaan. Pada saat itu, kota tersebut adalah kediktatoran militer di bawah Septimius Severus.

Kota ini mencapai kejayaan karena mengandalkan makanan dan pajak yang dibawa dari sebagian besar orang Eropa dan Mediterania. Pada 273 M, Roma memiliki kurang dari 500 penduduk.

6. Konstantinopel (Kota terbesar di dunia pada 600 Masehi)

Populasi : 600.000 orang
Populasi saat ini : 13.120.596 orang

Konstantinopel berjuang untuk bertahan hidup di tahun 600. Suku Avad yang nomaden dan orang-orang Bulgaria Eropa Timur beripaya menghancurkan kota dari barat, sementara orang Persia menguasai pertahanan kota di timur. Kaisar Flavius Heraclius Augustus akhirnya mengusir orang Persia dari Asia Kecil seluruhnya.

Kota ini sekarang dikenal sebagai Istanbul, Turki. Akan tetapi, pada 618, ketika Perang Persia berlarut-larut dan memusnahkan pasokan biji-bijian kota dari Mesir, populasi Konstantinopel menyusut menjadi sekitar sepersepuluh dari 18 tahun sebelumnya.

7. Baghdad (Kota terbesar di dunia pada 900 Masehi)

Populasi : 900.000 orang
Populasi saat ini : 6.554.126 orang

Pada 900, Baghdad adalah pusat Zaman Keemasan Islam – kebangkitan kembali Timur Tengah selama 500 tahun yang dimulai dengan pendirian kota dan berakhir pada 1250 M dengan invasi Mongol.

Baghdad tempo dulu adalah rumah bagi semua pengetahuan dunia yang ditransformasikan ke dalam bahasa Arab serta munculnya upaya-upaya menyelamatkan teks-teks kuno yang tak terhitung jumlahnya dari dunia barat. Hal ini menyebabkan ledakan populasi, karena Baghdad menjadi pusat bertemunya pedagang dari seluruh dunia.

8. Kaifeng (Kota terbesar di dunia pada 1200 Masehi)

Populasi : 1.000.000 orang
Populasi saat ini : 4.800.000 orang

Selama berabad-abad, karena lokasinya yang sentral di empat kanal utama, Kaifeng adalah ibu kota untuk petak besar China. Pada 1200, kota ini dikelilingi oleh tiga cincin tembok untuk mengimbangi kerentanan.

Terlepas dari benteng, Kaifeng adalah korban awal dari perang 40 tahun dengan bangsa Mongol yang menyebabkan banyak penduduknya melarikan diri pada 1234. Kaifeng juga merupakan rumah bagi orang Yahudi Kaifeng, populasi Yahudi paling kuno di China.

9. Beijing (Kota terbesar di dunia pada 1500 Masehi)

Populasi : 1.000.000 orang
Populasi saat ini : 22.000.000 orang

Pada pertengahan 1400-an, untuk memberi makan populasi yang terus bertambah dan jumlah pasukan besar, pejabat Beijing membangun gudang Jingtong untuk menyimpan biji-bijian. Praktik ini membantu mengendalikan harga dan mencegah inflasi sampai kota itu tumbuh menjadi yang terbesar di dunia.

Padatnya populasi juga menyebabkan berkurangya kawasan hutan di wilayah ini untuk perumahan dan kayu bakar pada saat ini. Polusi yang dihasilkan mengubah susunan ekologis seluruh wilayah.

10. Ayutthaya (Kota terbesar di dunia pada 1700 Masehi)

Populasi : 1.000.000 orang
Populasi saat ini : 54.888 orang

Pulau Ayutthaya, ibu kota Thailand selama lebih dari 400 tahun, sering disebut sebagai kota paling indah di dunia oleh para diplomat yang bepergian ke sana.

Pada 1767, karena ekspansi Burma, ibu kota dipindahkan ke lokasi saat ini di Bangkok. Saat ini, reruntuhan kuil Ayutthaya memiliki daya tarik bersejarah sehingga UNESCO menetapkannya sebagai Situs Warisan Dunia pada 1991.

11. London (Kota terbesar di dunia pada tahun 1825 Masehi)

Populasi : 1.335.000 orang
Populasi saat ini : 13.945.000 orang
Meski emperium Kerajaan Inggris terbentang di seluruh dunia membawa kekayaan luar biasa bagi Inggris, sebagain wilayah London pada 1825 adalah daerah kumuh dimana kejahatan merajalela.

Tidak sampai empat tahun setelah kota mencapai rekor sebagai yang terpadat di dunia, pemerintah mengaktifkan pasukan polisi penuh waktu. London mempertahankan jumlah penduduk terbesar hingga 1914.

12. New York (Kota terbesar di dunia pada 1925 Masehi)

Populasi : 7.774.000 orang
Populasi saat ini : 8.175.133 orang

Kota New York mulai berubah modern pada 1914, ketika Bronx bergabung dengan Manhattan, Brooklyn, Queens, dan Staten Island sebagai borough kelima. Itu adalah kota yang melihat ke masa depan saat membangun gedung pencakar langit dan membuat perencanaan matang untuk membangunnya lebih besar.

Meskipun Depresi Hebat dimulai pada 1929, New York berkembang pesat, membangun Gedung Chrysler, Gedung Empire State, Gedung Lincoln dan One Wall Street pada 1931.

13. Tokyo (Kota terbesar di dunia pada 1968 Masehi)

Populasi : 20.500.000 orang
Populasi saat ini : 32.450.000 orang

Perang Dunia II terus mengancam masa depan ekonomi Jepang hingga 1950-an.Tetapi pada 1968, Jepang telah mencapai kurva pertumbuhan ekonomi dan populasi yang telah membawanya ke abad ke-21.

Tahun 1950 hingga 1990, Jepang disebut sebagai keajaiban ekonomi pasca-perang, waktu yang paling makmur dalam sejarah Jepang. Keberhasilan ekonomi didasarkan pada banyak faktor, tetapi yang paling penting adalah investasi Amerika Serikat (AS) yang besar dan intervensi kebijakan oleh pemerintah dalam skala besar.