Gunung Sinabung

Gunung Sinabung

Gunung sering kali dijadikan tempat yang sakral bagi masyarakat Indonesia. Tidak jarang, asal-usul terbentuknya, maupun berbagai penampakan alam disekitarnya, dikait-kaitkan dengan kejadian mistis. Itulah mengapa wilayah pegunungan, terutama bagian puncaknya, banyak dihormati dan masih terjaga kelestariannya hingga saat ini.

Gunung Sinabung adalah salah satu gunung di Pulau Sumatera yang bisa dibilang paling aktif saat ini. Secara rutin, Gunung Sinabung selalu melakukan erupsi sejak kebangkitannya kembali. Nah, memang Gunung Sinabung terbilang cukup banyak menyimpan misteri yaa… Bagaimana tidak, gunung yang telah tertidur selama ratusan tahun tiba-tiba menunjukkan sifat aslinya dan mengancam warga sekitar.

baca juga : Museum Letjen Jamin Gintings

Gunung Sinabung terletak di Provinsi Sumatera Utara, tepatnya gunung ini termasuk dalam wilayah administratif Kabupaten Karo. Gunung Sinabung juga bertetangga atau bersebelahan dengan Gunung Sibayak. Keduanya, merupakan gunung berapi aktif di Provinsi Sumatera Utara. Gunung Sinabung sendiri telah ditetapkan sebagai gunung berapi tipe B yang telah melakukan aktivitas letusan bahkan sebelum tahun 1600-an.

Ketinggian Gunung Sinabung mencapai 2.460 Meter Diatas Permukaan Laut (MDPL). Dengan ketinggian tersebut, Puncak Gunung Sinabung menjadi tempat tertinggi nomor 2 di Sumatera Utara. Gunung yang satu ini juga memiliki 4 buah kawah yang masih aktif hingga hari ini di puncaknya. Untuk kamu yang ingin mencapai puncak Gunung Sinabung, kamu dapat melalui jalur yang melewati Desa Tiga Pancur (Kecamatan simpang empat), Jalur Kampung Guru Kinayan, atau jalur dari arah timur laut Gunung Sinabung.

baca juga : Aek Sipangolu

Secara geologis, Gunung Sinabung adalah salah satu gunung yang terbentuk dari interaksi lempeng India dan lempeng Australia dengan lempeng Sunda. Cara pembentukan ini serupa dengan jajaran gunung-gunung lain di Pulau Sumatera, termasuk Gunung Toba. Lempeng Australia dan India mengalami subduksi (merosok) ke bawah lempeng Sunda. Akibat dari subduksi tersebut, terbentuklah palung laut yang memanjang di sebelah barat Pulau Sumatera. Selain itu, proses alam tersebut juga menghasilkan Pegunungan Bukit Barisan dimana salah satunya adalah Gunung Sinabung.

Sementara itu, di kaki Gunung Sinabung terdapat sebuah danau bernama Lau Kawar. Danau ini dipercaya oleh masyarakat sekitar sebagai tempat untuk menyucikan diri. Biasanya, masyarakat akan menaruh sesajian disekitar Danau Lau Kawar pada hari-hari tertentu. Terdapat beberapa cerita mengenai terbentuknya Danau Lau Kawar. Salah satunya adalah, konon danau ini berasal dari tangisan seorang ibu yang selalu melihat kedua anaknya berkelahi. Anak yang pertama bernama Sinabung, sementara anak yang kedua bernama sibayak. Saking seringnya kedua anak tersebut berkelahi, air mata sang ibu sampai membentuk sebuah danau yang begitu luasnya.