Danau Gedang

Danau Gedang

Pantai Danau Gedang. Disebut Pantai Danau Gedang, karena danaunya berdekatan dengan pantai, hanya sekitar 30 meter jaraknya. Danau Gedang ini berada di Desa Padang Betuah Kecamatan Pondok Kelapa Kabupaten Bengkulu Tengah. Akses untuk menuju ke lokasi ini juga tidak terlalu sulit. Kawasan wisata ini berjarak kurang lebih sekitar 25 km dari pusat Kota Bengkulu.

Jika anda sudah sampai di Desa Padang Betuah (perbatasan Bengkulu Tengah dengan Kabupaten Bengkulu Utara) maka anda hanya tinggal melewati jalan kurang lebih sekitar 3 km. Jalan ini juga telah beraspal sehingga mempermudah menuju ke lokasi. Pemandangan yang sangat unik serta menarik perpaduan antara danau dan laut dalam satu frame. Di lokasi ini juga para pengunjung juga dapat melakukan kegiatan berenang, namun harus tetap berhati-hati. Menikmati keindahan alam yang disajikan dengan duduk-duduk santai. Dapat sejenak menghilangkan segala kepenatan yang ada akibat dari rutinitas bekerja setiap hari.

baca juga : Danau Biru

Anda juga dapat menikmati momen terindah yaitu ketika matahari terbenam. Dimana langit mulai memancarkan warna jingga kemerahan  menambah keindahan yang tida duanya. Bak lukisan tangan Tuhan yang begitu sempurna. Di sekitar kawasan ini juga para pengunjung dapat melakukan kegiata berkemah, karena di sini juga terdapat area untuk perkemahan.

Selain keindahan ada tradisi unik yang dilakukan di danau ini. Tradisi tersebut sering disebut dengan Tradisi Danau Terbelah atau Danau Patah dan tradisi tersebut akan dilakukan oleh para penduduk asli dengan menggunakan alat-alat tradisional. Tradisi tersebut biasanya dilakukan ketika air danau sedang tinggi. Para warga akan membuat tumpukan yang terbuat dari pasir sebagai pembatas antara air danau dengan air laut. Pembatas tersebut sengaja dibuat dengan ukuran kurang lebih sekitar setengah meter hingga mencapai satu meter.

baca juga : Bukit Kandis

Tradisi tersebut dilakukan supaya air yang ada di danau bisa mengalir menuju ke laut atau ke pantai yang ada di sebrangnya. Tradisi membelah danau ini tidak semudah yang dibayangkan, hal ini juga melibatkan ratusan warga atau masyarakat setempat. Tradisi membelah danau ini dilakukan mulai dari bagian pangkal danau yang memiliki ukuran lebar kurang lebih sekitar 20 sampai 25 meter.

Setelah itu para warga akan mengawasi aliran air ini dan jika danau telah surut, galian pasir yang dibuat itu akan ditutup kembali oleh para warga. Tradisi ini sengaja dilakukan oleh para warga setempat yang bertujuan untuk mengambil berbagai jenis ikan-ikan, udang maupun kepiting yang memang hidup di danau ini.

Tradisi ini akan dilakukan setiap enam bulan sekali dan saat air danau sedang tinggi. Keunikan dari tradisi ini memang sudah berlangsung selama ribuan tahun. Akan tetapi para warga setempat tetap percaya bahwa limpahan ikan-ikan di danau ini tak kan habis.