Bukit Langara

Bukit Langara

Bukit Langara merupakan bukit berbatu yang di kelilingi pemandangan yang bagus.  Bebatuan inilah yg menjadi daya tarik wisata. Pengunjung juga dapat melihat panorama sungai Amandit yang bagai kalung emas yang melingkar di leher sang Bukit. Dari puncak bukit, juga tampak Gunung Kentawan.

Beberapa tahun yang lalu nama dari Bukit Langara belum banyak dikenal. Namun, dalam waktu singkat, bukit yang memiliki keindahan menakjubkan ini langsung menjadi primadona. Kabupaten Hulu Sungai Selatan mendadak menjadi salah satu tujuan wisata alam.

baca juga : Bukit Senyum

Bagi pengunjung yang mendaki, akan menyaksikan pemandangan spektakuler seperti di film-film fantasi. Hamparan perbukitan hijau yang indah, plus sungai mengalir dengan sangat tenang di bawahnya. Pengunjung dapat memperoleh banyak spot menarik yang bisa diabadikan.

Salah satu aktivitas menarik dan unik di bukit ini dan kawasan sekitarnya adalah bermain air dengan arung jeram. Meski dari atas bukit tampak tenang, sungai ini cukup deras untuk dijelajahi. Uniknya adalah arung jeram di sini menggunakan perahu yang terbuat dari bambu milik warga lokal.

baca juga : Jembatan Barelang

Hal lain, kawasan ini juga memiliki cukup banyak desa adat Dayak yang memiliki keunikan adat dan budaya. Pengunjung bisa berkunjung untuk melihatnya dari dekat. Bukit Langara terbuka 24 jam sepanjang pekan untuk dikunjungi. Dengan demikian pengunjung bisa leluasa mengatur waktunya sesuai dengan kesempatan yang dimiliki.

Jalur trekking mnuju puncak bukit sudah di sediakan akses berupa tangga untuk memudahkan pendakian. Di bawah sebelum pendakian juga sudah di sediakan fasilitas berupa WC umum. Terdapat beberapa warung di sekitar lokasi bukit, namun sebaiknya para pengunjung membawa bekal makanan ringan terutama minuman sebelumnya.

Dan untuk menambah daya tarik wisata, sebelum jalur pendakian ada sungai yang airnya jernih dan  lumayan dangkal untuk mandi ataupun bersih-bersih setelah nanti kembali turun dari puncak bukit. Waktu trekking mulai dari tempat parkir sampai puncak dibutuhkan waktu sekitar 30-60 menit. Tentu saja ini tergantung dengan kondisi fisik masing-masing pengunjung. Sebelumnya, pengunjung akan terlebih dahulu menyusuri perkebunan jati milih warga setempat.

Jalan setapak bertanah merah di kebun ini memiliki kemiringan yang cukup curam dan licin. Kondisi jalan tanah ini akan lebih licin lagi di saat musim penghujan. Tak lama setelah menyusuri jalur tanah merah yang licin tersebut, trek selanjutnya adalah bebatuan karst yang tajam dan terjal.

Beberapa titik jalur pun mengharuskan pengunjung untuk melipir bebatuan yang mana di sebelahnya adalah sisi jurang yang terjal dan dalam. Di sini pengunjung harus berekstra hati-hati dalam memilih pijakan, karena apabila lengah sedikit saja dapat berakibat fatal nantinya.

Memperhatikan medan trekking yang masih sangat alami, disarankan bagi pengunjung untuk menggunakan alas kaki yang sesuai. Hal itu terutama  dikarenakan trek tanahnya yang licin dan bebatuannya yang cukup tajam.

Setelah mendaki cukup lelah, di sisi kanan pengunjung akan langsung disambut pemandangan gagahnya Bukit Ketawang dibalut pepohonan rimbun.

Di kaki bukit terdapat sungai Amandit. Sungai ini terkenal dengan aksi ekstrim Bamboo Rafting. Setelah puas berada di atas Bukit Langara, menikmati segala keindahan dari ketinggian tersebut, pengunjung bisa turun ke arah sungai dan mencoba aksi ekstrim Bamboo Rafting.

Sungai Amandit yang membelah pegunungan serta perbukitan, menjadi salah satu sungai dengan tingkat kesulitan yang tinggi dalam menaklukannya dengan Bamboo Rafting. Bambbo Rafting sendiri adalah kegiatan rafting yang menggunakan bambu sebagai perahunya.

Jika biasanya rafting menggunakan perahu karet, lain halnya dengan Bamboo Rafting yang menggunakan beberapa batang bambu yang disusun dan diikat menjadi satu agar mendapatkan pijakan yang luas.

Masyarakat sekitar mengenalnya dengan sebutan Balanting Paring. Biasanya, rafting ini akan memakan waktu tempuh 2-3 jam untuk mengarungi Sungai Amandit. Ini bukan hanya soal mengadu nyali atau adrenalin saja. Sepanjang jalur bamboo rafting, pengunjung bisa melihat segala pemandangan indah dari bawah sana.