Bukit Kandis

Bukit Kandis

Dikenal sebagai tempat pertama kalinya ditemukan bunga Raflesia Arnoldi pada tahun 1818 yang juga ternyata menjadi bunga terbesar di dunia dengan ukuran lebar 70 sentimeter – 110 sentimeter dan juga dikenal karena menjadi salah satu tempat pengasingan Presiden pertama RI, Ir.Soekarno yang sampai saat ini masih terawat bersih dan asri oleh pengelola setempat dengan peninggalan Sang Proklamator yang masih tersimpan lengkap dan rapi di dalam rumah pengasingannya tersebut membuat Provinsi Bengkulu memiliki kesan dan ciri khas tersendiri yang membedakan nya dari provinsi-provinsi lain di Indonesia.

Selain itu, Bengkulu juga memiliki banyak sekali pemandangan alam yang sangat menakjubkan yang membuat para traveller tidak kapok untuk berkunjung ke Bengkulu terus-menerus. Salah satunya adalah tempat wisata alam Bukit Kandis.

baca juga : Bendungan Air Nipis

Nama Kandis dari Bukit Kandis itu sendiri merupakan nama yang diambil dari sebuah pohon yakni pohon asam kandis. Konon katanya, dahulu bukit Kandis dipenuhi oleh banyak sekali Pohon Asam Kandis yang lambat laun pohon tersebut mulai lenyap oleh karena aktivitas manusia. Aktivitas yang dilakukan manusia tersebut menimbulkan eksploitasi alam. Di Bukit Kandis ini juga pernah didirikan sebuah pabrik pemecah batu karena di Bukit Kandis ini sendiri juga menjadi lokasi dari aktivitas penambangan oleh pihak – pihak swasta. Namun sekarang pabrik tersebut ditutup karena dianggap merugikan dan hanya menyisakan bekas – bekas galian.

Bukit Kandis ini sendiri terletak di Desa Durian Demang di Kecamatan Karang Tinggi, Kabupaten Bengkulu Tengah. Daerah ini tidak terlalu jauh dari pusat kota. Untuk bisa sampai di bukit kandis membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit dari pusat kota Bengkulu. 1 jam pertama diperlukan untuk perjalanan dari pusat Kota Bengkulu sampai ke desa Durian Demang baik menggunakan kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat. Setelah kamu sampai di Desa Durian Demang tersebut kamu akan melanjutkan perjalanan untuk menuju ke lokasi Bukit Kandis dengan waktu kurang lebih 30 menit. Namun dalam perjalanan ini kita harus berjalan kaki karena melihat dari kondisi jalan yang masih kurang terawat dan banyaknya bebatuan.

baca juga : Tugu Skatepark

Selama di perjalanan kita juga harus melewati perkebunan sawit milik warga desa setempat. Tetapi tenang saja! tidak perlu risau karena perjalanan panjang kita yang melelahkan selama kurang lebih satu jam tiga puluh menit tersebut dijamin akan terbayar lunas ketika sudah tiba di titik lokasi tujuan. Dengan pemandangan alam yang menyejukkan mata serta juga banyaknya mitos mitos alam di Bukit Kandis ini pastinya akan membuat kita semakin penasaran untuk mencari tau lebih dalam lagi tentang mitos-mitos tersebut.

Tentunya bagi traveller, tidak mungkin ketika sampai di Bukit Kandis ini hanya akan menikmati pemandangan alamnya saja tanpa melakukan kegiatan apapun. Nah! Di bukit kandis ini terdapat wahana-wahana tambahan lain yang dapat kalian nikmati juga lho. Salah satunya adalah wahana bagi kalian yang menggemari olahraga dengan adrenalin tinggi. Di Bukit Kandis ini kalian dapat mencoba olahraga Panjat Tebing. Tak tanggung-tanggung, lokasi panjat tebing yang terletak di Bukit Kandis ini telah menorehkan penghargaan dari Kementrian Pariwisata di ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) pada tahun 2018 lalu sebagai objek wisata terpopuler nomor 3 di Indonesia untuk kategori wisata olahraga dan petualangan.