Sejarah April Mop dari Candaan hingga Pembantaian

Sejarah April Mop, dari Candaan hingga Pembantaian – Tanggal 1 April selalu identik dengan perayaan April Mop.

April Mop merupakan hari di mana seseorang diperbolehkan melakukan kebohongan, lelucon, atau jebakan dengan maksud bercanda.

Nama lain dari April Mop adalah April Fools Day. Banyak orang merayakan April Mop dengan candaan, tipuan, atau jebakan-jebakan untuk bersenang-senang.

Baca juga : COVID-19 di AS Sudah Bunuh 10.859 Manusia, Sejarah Suram Tercipta

Beberapa negara juga punya cara tersendiri dalam merayakan April Mop. Namun, tidak ada yang tahu pasti bagaimana sejarah April Mop, atau latar belakang perayaan 1 April ini.

Ada banyak versi yang menceritakan sejarah April Mop, dan beberapa negara juga memiliki kisah tersendiri terkait sejarah 1 April ini.

Inggris

April Mop berasal dari salah seorang dari warga berkebangsaan Inggris yang mulai merayakan hari 1 April 1700.

Pada hari itu, orang-orang saling berbohong atau melempar lelucon hingga tengah hari tanpa merasa bersalah atau disalahkan.

Prancis

Beberapa sejarawan memperkirakan bahwa April Mop dimulai pada tahun 1582 di Prancis. Saat itu, Prancis mengganti kalender dari Julian menjadi Gregorian. Pada abad pertengahan, seluruh Eropa merayakan tahun baru pada tanggal 25 Maret hingga 1 April.

Saat Raja Charles IX mengganti sistem kalender, tahun baru dipindah menjadi tanggal 1 Januari. Sedangkan masyarakat tetap merayakannya sesuai dengan tanggal sebelumnya dan lupa soal pergantian kalender.

Orang-orang yang terlanjur merayakannya itu dijuluki ‘Poisson d’avril’ atau ‘April Fish’ — simbol orang yang gampang dikibuli.

Norwegia

Sedangkan di Norwegia, April Mop adalah perayaan untuk menghormati Dewa Kekacauan, Loki. Dalam sejarah negara tersebut pun, April Mop disebut sebagai Hari Loki atau Loki Bot.

Untuk merayakannya, masyarakat Norwegia saling menjaili, berbohong, atau melakukan lelucon hingga tengah hari.

Spanyol

Sejarah lain tentang April Mop terjadi di Spanyol. Di mana pada tanggal 1 April terjadi pembantaian yang dilakukan tentara salib terhadap umat muslim di Spanyol melalui cara penipuan.

Pada saat itu, tentara salib menipu tentara muslim dengan mengatakan bahwa warga Spanyol akan dibebaskan dan dibawa keluar dengan menggunakan kapal.

Tetapi semua itu hanyalah tipuan yang dibuat oleh pihak tentara salib. Begitu muslim Spanyol masuk ke dalam kapal, mereka justru dibunuh oleh tentara salib.