Pulau Simuk dan Pulau Wunga

Pulau Simuk dan Pulau Wunga

Pulau Simuk dan Pulau Wunga, dua pulau yang menjadi bagian dari Kepulauan Nias, baru saja ditetapkan masuk dalam daftar 111 Pulau Kecil Terluar Indonesia. Sebagai pulau kecil terluar dan terdepan, tentunya kedua pulau ini memiliki posisi strategis meski berada di wilayah terpencil. Pulau Simuk memiliki luas 13,04 km2 dan terdiri dari empat desa, yaitu Desa Gobe, Mauva, Gondia, dan Silina. Pulau Simuk masuk dalam wilayah Kecamatan Pulau-pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan.

Sebagian besar penduduk Pulau Simuk bekerja sebagai petani dan nelayan. Tetapi karena letaknya yang terpencil dan sarana transportasi yang kurang, maka banyak petani dan nelayan tersebut mengalami kesulitan untuk menjual hasil panen maupun tangkapan ikannya ke tempat lain. Akhirnya hasil panen dan tangkapan banyak dikonsumsi sendiri. Andalan perkebunan utama di pulau ini adalah kopra. Khusus petani kopra, mereka tidak terlalu sulit menjual hasil panenan karena setiap 10 hari sekali ada pedagang datang membeli kopra setengah jadi untuk selanjutnya dibawa dan diproses lebih lanjut di Sibolga. Rata-rata produksi kopra di Pulau Simuk sekitar 200 ton per bulan dengan harga Rp. 15 ribu/kg.

baca juga : Pantai Sorake

Total penduduk Pulau Simuk sekitar 3.000 jiwa. Mayoritas beragama Katholik dan hanya sedikit yang beragama Islam. Meski berbeda agama, belum pernah terjadi pertikaian karena masalah SARA di pulau ini. Hal ini lantaran ikatan kekerabatan yang sangat erat di antara penduduk pulau, yang telah terjalin beratus tahun lamanya. Di Pulau Simuk ini belum ada infrastruktur yang tersentuh baik dibidang kelautan dan pariwisata, padahal Pulau ini memiliki potensi wisata bahari dan perikanan. Tapi yang sangat mendesak saat ini adalah pembangun pelabuhan, karena masyarakat menderita bila menyeberangi laut menuju pusat kota   karena lokasi pelabuhan pulau ini berada di teluk lautan.

Sementara Pulau Wunga yang terletak di Samudera Hindia, merupakan pembatas NKRI dengan negara India. Pulau  ini merupakan bagian dari wilayah pemerintah kabupaten Nias Utara. Untuk menuju ke lokasi wisata Pulau Wunga ini ditempuh dalam waktu enam jam dari kota Gunung Sitoli, Pulau Wunga Nias. Perjalanan dari Gunung Sitoli menuju Afulu via darat dengan kendaraan roda empat dapat ditempuh dengan waktu 4 jam lamanya. Bisa juga menggunakan perahu yang dapat disewa di Pelabuhan Afulu. Jarak dari Afulu ke Pulau Wunga Pulau sekitar 17 kilometer dan perjalanan biasanya memakan waktu 1,5 jam dengan perahu lokal.

baca juga : Fahombo

Pulau Wunga hanya dihuni sekitar delapan kepala keluarga,  tak heran bila suasana di pulau ini sangat sepi. Selain rumah warga, hanya ada bangunan berupa menara mercu suar dan pos penjagaan tentara wilayah. Pulau Wunga merupakan salah satu pulau terbaik di wilayah Nias Utara, di sini sangat potensial untuk pengembangan objek wisata yang baru serta didukung dengan dibangunnya resort.

Saat cuaca cerah, wisatawan dapat bersenang-senang dipantai yang memiliki pasir putih serta air yang jernih. Jika merasa lapar, para penduduk lokal menjual ikan yang masih segar yang dapat dibakar ditempat, dimana ikan itu dibeli. Selain itu, warga di sana juga membuat ikan asap. Ikan asap yang dibuat warga kemudian dijual ke pulau terdekat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.