Museum Letjen Jamin Gintings

Museum Letjen Jamin Gintings

Bicara tentang Museum, ada sebuah museum yang bentuknya keren dan berbeda dari museum yang biasa saya lihat. Museum ini lebih familiar dengan sebutan Museum Letjen Jamin Gintings. Museum ini berada di Desa Suka, Kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo. Ini merupakan Museum Untuk mengenang jasa Pahlawan Nasional Letjen Jamin Gintings. Jamin Gintings (lahir di Tiga Panah, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, 12 Januari 1921 – meninggal di Ottawa, Kanada, 23 Oktober 1974 pada umur 53 tahun) adalah seorang pejuang kemerdekaan menentang pemerintahan Hindia Belanda di Tanah Karo.

Jamin Gintings dilahirkan di desa Suka, kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo. Semasa hidupnya berbagai jabatan telah di sandangnya antara lain : Komandan Resimen, Komandan Pangkalan Tentara dan Teritorium, Panglima Tentara dan Teritorium Bukit Barisan di Sumatera Utara dan menjadi Asisten Menteri Panglima Angkatan Darat dan Inspektur Jenderal Angkatan Darat di Jakareta. Pada tahun 1968-1972, beliau menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat dan juga menjadi Sekretaris Bersama Goilongan Karya, peran lain yang pernah di pegang beliau semasa hidupnya adalah menjadi Ketua Diskusi Luar Negeri Indonesia dan Ketua Dewan Angkatan 45.

baca juga : Aek Sipangolu

Bintang jasa yang diterima selama beliau menjabat antara lain Bintang Kartika Eka Paksi Pratama dan Bintang Mahaputra Utama. Semasa hidupnya Letjen Jamin Gintings telah menulis 2 buah buku dengan judul Bukit Kadir dan Titi Bambu. Saat menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk negara Kanada. Almarhum meninggal dunia di Ottawa dan di makamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta.

Museum Jamin Gintings diresmikan pada tanggal 7 September 2013 oleh Menteri Pertahanan Bapak Purnomo Yusgiantoro. Tujuan didirikannya museum ini selain sebagai icon dari desa tempat kelahiran Letjen. Jamin Gintings yaitu desa suka, museum ini juga diharapkan dapat menjadi wadah untuk melestarikan nilai-nilai perjuangan dan budaya. Dengan design museum yang unik diharapkan dapat menjadi icon desa suka maupun daya tarik masyarakat untuk datang mengunjunginya. Filosofi dari design unik museum ini terinspirasi dari perjuangan Letjen Jamin Gintings yang analogikan seperti bentuk kulit kacang yang terus melindungi isinya meskipun panas terik matahari menyengat di siang hari, kulit kacang tidak akan lepas dari kacang untuk melindunginya dari terik matahari yang menyengat.

baca juga : Air Terjun Sampuren Pollung

Museum Letjen Jamin Gintings ini berada di Desa Suka, kecamatan Tiga Panah, Kabupaten Karo, hanya sekitar 2,5 Jam dari Kota Medan. Museum ini buka dari Selasa sampai minggu Jam 10.00 s/d 18.00 wib dan hari Senin Tutup. Tiket masuk museum yaitu hanya Rp.5000,-/orang. Museum ini bisa dibilang memiliki kesan mewah. halaman luar yang luas dan terdapat Patung besar Letjend Jamin Gintings. Museum ini memiliki 2 lantai dan bangunan utama menyerupai Kacang.

Ada 2 unit kendaraan perang jaman dahulu yang terletak di halaman luar museum ini. Selain itu, Museum ini telah memiliki fasilitas Toilet, Toko Merchandise, Musholla, dan Minimarket. Disisi dalam Museum tepatnya dilantai 1 terdapat meja resepsionis, alat-a;at pertanian jaman dahulu, alat-alat dapur, mesin tenun dan masih banyak lagi, dan berada di lantai 2 kita akan melihat beberapa barang milik letjend jamin Gintings, mulai dari baju, tongkat, piagam penghargaan, buku serta cerita-cerita jaman dahulu saat menghadapi penjajahan Belanda.