Makam Pahlawan Nasional Otto Iskandar Dinata

Makam Pahlawan Nasional Otto Iskandar Dinata

Raden Otto Iskandar Dinata yang lahir pada tanggal 31 Maret 1897 di Bojongsoang, Kabupaten Bandung adalah seorang keturunan bangsawan Sunda dari ayah bernama Nataatmadja. Ia merupakan anak ketiga dari sembilan bersaudara. Sebelum menjadi seorang guru di HIS Banjarnegara, Otto menempuh pendidikan dasar di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) Bandung, kemudian melanjutkan di Kweekschool Onderbouw (Sekolah Guru Bagian Pertama) Bandung, serta di di Hogere Kweekschool (Sekolah Guru Atas) di Purworejo, Jawa Tengah.

Otto Iskandara Dinata diangkat sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 088/TK/Tahun 1973, tanggal 6 November 1973. Sebuah monumen pun dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap jasanya bernama “Monumen Pasir Pahlawan” yang dibangun di Bandung Utara, Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Selain itu namanya juga ikut diabadikan sebagai nama jalan di beberapa kota di Indonesia.

baca juga : Kawah Upas

Kompleks monument perjuangan Bandung Utara yang dibangun di Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat ini bernama Monumen Pasir Pahlawan Otto Iskandar Dinata. Kompleks bersejarah yang dikelilingi oleh pohon-pohon cemara dan pinus ini hanya bertuliskan MPN Otto Iskandar Dinata. Bagi sebagian orang pasti mengira bahwa disinilah merupakan pusara terakhir dan bersemayamnya jasad dari sang Pahlawan Nasional, tapi monumen ini bukanlah sebagai makam karena hingga kini jasad Otto tak pernah diketemukan.

Kematiannya hingga kini masih menjadi hal yang misterius, hari itu pada tanggal 20 Desember 1945 adalah hari ditetapkan sebagai hari wafatnya Otto akibat dari korban pembunuhan “Laskar Hitam” dan dipercaya terjadi di kawasan Pantai Mauk, Tangerang. Untuk mengenang atas jasa yang telah ia torehkan untuk bangsa ini, maka segumpal tanah pasir Pantai Mauk dibawa sebagai simbol atas dimakamkannya jasad Otto yang kini telah menyatu dengan tanah pada sebuah lingkaran yang berada di kompleks Monumen Pasir Pahlawan.

baca juga : Curug Dago

Pria yang mendapat julukan si Jalak Harupat ini diduga dibunuh dengan sebelumnya diculik oleh Laskar Hitam yang termakan desas-desus yang disebarkan oleh agen NICA bahwa Otto adalah mata-mata Belanda. Tujuan NICA menyebarkan isu ini adalah guna menyingkirkan orang-orang yang dianggap menghalangi upaya rekolonisasi Belanda. Kemungkinan lainnya adalah Otto dituduh menguasai uang senilai satu juta gulden yang didapat dari seorang perwira Jepang bernama Ichiko Tatsuo. Dipercaya uang tersebut Otto dapat sebagai rampasan perang ketika Jepang berhasil mengusir Belanda dari tanah Nusantara.

Tak ada fasilitas umum seperti tempat wisata sejarah atau museum yang ada di kawasan Bandung, Monumen Pasir Pahlawan Otto Iskandar Dinata ini hanyalah sebuah kompleks pemakaman yang didalamnya terdapat beberapa makam termasuk salah satu anaknya Otto dan para pahlawan Bandung Utara yang gugur.

Tak ada tiket masuk yang dibebankan kepada para pengunjung atau peziarah, hanya biaya seikhlasnya yang bisa kamu berikan kepada petugas kebersihan yang menjaga kompleks pemakaman ini.

Secara administratif, Makam Pahlawan Nasional Otto Iskandar Dinata atau Monumen Pasir Pahlawan ini berlokasi di Jl. Raya Lembang – Bandung N0. 79, Gudang Kahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 40391.