Wisata Sibolga

Wisata Sibolga

Kota Sibolga adalah pelabuhan laut utama di pantai barat provinsi Sumatera Utara. Sejak awal abad Masehi, pedagang India dan Arab biasa berlayar menyeberangi Samudra Hindia ke Sumatra menggunakan gerbang barat ini. Daya tarik utama di sini adalah kapur barus berkualitas tinggi yang diekspor dari pelabuhan Barus di dekatnya. Sampai saat ini, kata umum untuk kamper adalah kapur barus, atau kapur dari Barus, sebuah wilayah yang masih ada hingga saat ini. Terletak di Teluk Tapian Nauli, kota Sibolga adalah pelabuhan utama untuk memberangkatkan kapal atau feri ke pulau Nias; terkenal dengan ombak berbukit dan budaya megalitik; atau pulau-pulau kecil lainnya langsung di Teluk, seperti Pulau Mursala. Dalam bahasa Batak, Tapian Nauli berarti pantai yang indah.

 

Kota Sibolga, ibu kota Kotamadya Sibolga, hanya mencakup area seluas 35,36 kilometer persegi dan terletak sekitar 350 km dari ibu kota Medan, provinsi Sumatera Utara. Meski demikian, lokasinya yang sentral menjadikan tempat ini sebagai tempat yang ideal sebagai titik awal untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di wilayah ini. Karena sejarahnya yang panjang sebagai pelabuhan perdagangan, Sibolga adalah kota yang sangat kosmopolitan, rumah bagi banyak kelompok etnis yang berasal dari Jawa, India, China, orang Bugis dari Makassar, Minangkabau dan Melayu dari Sumatera Barat dan Riau dan tentu saja orang Batak dari pedalaman Tapanuli. Setiap kelompok etnis biasanya tinggal berdekatan satu sama lain untuk mempertahankan karakteristik spesifik mereka.

baca juga : Pantai Indah Kalangan

Sibolga dimulai sebagai desa kecil yang berkembang menjadi pelabuhan perdagangan yang sibuk. Inggris dan Belanda mengadakan perdagangan di sini pada abad ke-17. Hari ini adalah pelabuhan utama di pantai barat Sumatera untuk perdagangan antar pulau. Dekat Sibolga ada sejumlah pulau cantik seperti Pulau Poncan Gadang, Pulau Poncan Ketek, Pulau Sarudik dan Pulau Panjang. Ini adalah pulau tropis ikonik dengan pantai putih dan deretan pohon palem yang melambai.

 

Di punggungnya ada perbukitan hijau di antara Tor Simarbarimbing, puncak bukit serta menara TVRI yang menjadi tempat di mana orang dapat menyaksikan panorama di atas Teluk. Kendati demikian, kota Sibolga memiliki iklim yang panas dengan suhu antara 23-32 derajat Celcius diselingi oleh curah hujan yang jarang terjadi sepanjang tahun.

baca juga : Pulau Poncan Gadang

Dalam sejarahnya, Sibolga telah mengalami banyak pertempuran. Di sini ada warisan dari masa penjajahan Belanda yang disebut Tanggo Saratus – yang berarti tangga Seratus Langkah, walaupun bila dihitung dengan teliti ada 293 langkah. Sekitar Bukit Ketapang ada enam buah lukisan yang menunjukkan bagaimana penduduknya secara heroik melindungi tanah mereka. Satu benteng ditemukan di kecamatan Aek Manis, yang penduduk setempat sebut Benteng Sihopo-hopo.  Ada juga benteng Simare-Mare yang berdiri di kaki bukit.

 

Menyewa speedboat dari kota Sibolga untuk pergi menjelajahi pulau-pulau yang menghadap kota. Yang terdekat hanya berjarak 15 menit. Yang paling direkomendasikan adalah Pulau Poncan Gadang. Pulau-pulau yang diliputi dengan pantai putih dan laut transparan, mengundang semua untuk terjun dan snorkeling untuk mendekati terumbu karang dengan kehidupan bawah laut yang berwarna-warni. Di malam hari, naikilah bukit Sibolga hingga menara TVRI. Dari sudut pandang ini Anda dapat menikmati panorama kehidupan kota Sibolga dan  cahaya berkedip dari mercusuar sedikit lebih jauh. Penggemar sejarah pasti akan menikmati berjalan-jalan melalui benteng untuk menghidupkan kembali kisah-kisah maritim dahulu kala.