Air Terjun Kalata

Air Terjun Kalata

Pulau Buton terletak di sebelah tenggara jazirah Sulawesi tenggara, memanjang di sisi timur pulau Muna dengan luas 4.408 km persegi. Luas pulau Buton ini sedikit lebih besar dari ukuran pulau Madura. Buton merupakan pulau terbesar ke 129 di dunia dan pulau terbesar ke-19 di Indonesia.

Sebagian wilayah Pulau Buton didominasi oleh perbukitan kapur. Wilayah hutan tropis yang luas masih dapat ditemukan di bagian tengah pulau terutama di seputar wilayah Lambusango. Tutupan hutan yang masih luas menyebabkan mata air, sungai dan air terjun banyak ditemukan di pulau ini.

Salah satu air terjun yang cukup ramai dikunjungi oleh masyarakat di akhir pekan adalah air terjun Kalata. Lokasinya terletak di Desa Sukamaju, Kecamatan Wolowa, Kabupaten Buton berjarak kurang lebih 20 km dari Pasarwajo melalui jalan yang mengarah ke Lasalimu. Waktu tempuh dari Pasarwajo kurang lebih 30 menit sampai satu jam.

baca juga : Air Terjun Kalima Lima

Dari jalan raya yang berkelok-kelok setelah pantai Bungi dan Pantai pasir hitam, kita harus berbelok ke kiri dan masuk sejauh kurang lebih 1,5 km menuju desa Suka Maju kemudian berbelok ke kanan dan masuk lagi sejauh 1 km. Jalan masuk sepanjang 1,5 km sudah dilapisi aspal, namun sekitar 100 meter masih berupa pengerasan. Sisanya masih berupa jalan tanah yang sulit dilalui kendaraan saat musim hujan.

Jalan masuk menuju air terjun ini cukup rimbun. Vegetasi di tepi jalan umumnya terdiri dari tanaman penghijauan berupa Sengon Paraserianthes falcataria, Jati Tectona grandis dan Gamal Gliricidia sepium.

Selain itu juga ditemukan tanaman lainnya seperti Bambu Bambusa spp., Sukun hutan Artocarpus spp., Aren Arenga pinnata, Pisang Musa spp dan pohon Rao Dracontomelan dao yang menjulang tinggi dengan akar banir yang besar.

baca juga : Pantai Temboko Lehi

Semakin mendekati air terjun kondisi jalan semakin menyempit dengan tanjakan dan turunan yang cukup tajam. Tumbuhan semak di sisi jalan juga semakin rapat. Kondisi cuaca sedikit mendung. Dengan mempertimbangkan berbagai hal tersebut, mobil kami parkir di hutan jati, selanjutnya melanjutkan perjalanan sejauh 1 km menuju air terjun dengan berjalan kaki.

Suara gemuruh mulai terdengar saat jarak ke air terjun semakin dekat. Kami harus menyusuri jalan setapak di tepi sungai yang becek, licin dan curam. Akar pohon berbagai ukuran juga menjalar tak beraturan di sepanjang jalan setapak sehingga harus berhati-hati meniti jalan. Tak lama kemudian sampailah kami di air terjun Kalata.

Air terjun Kalata terdiri dari dua tingkat. Air terjun pertama tidak terlalu tinggi, namun cukup lebar. Air terjun ini diapit oleh tebing yang terjal di sisi kiri, namun agak landai di sisi kanan. Aliran air juga tidak terlalu deras. Batuan yang ada di air terjun didominasi batu kapur. Batuan ini tidak licin karena tidak ditumbuhi lumut sehingga aman bagi pengunjung.

Di bagian bawah air terjun pertama terdapat kolam yang dalam. Kolam ini dikelilingi oleh dinding berkapur yang terjal. Sebagian pengunjung akan menyisir naik melalui sisi tebing, kemudian melompat melakukan jump cliff menuju kolam yang dalam.